Balas Dendam Yang Sempurna

Oleh: Hasanusi | Kemenangan meyakinkan Chelsea atas Everton Minggu akhir pekan lalu (30 April 2017) memiliki makna beragam. Selain memastikan keunggulan 4 point atas Totenham, kemenangan tersebut juga merupakan sebuah pembuktian keperkasaan the blues atas the toffees musim ini. 

Disamping itu, laga ke 34 tersebut menandai keberhasilan Thibaut Courtois kembali meraih clean sheet, setelah 11 pertandingan -Liga Inggris- sebelumnya penjaga gawang asal Belgia itu gagal melakukan clean sheet.

Bagi saya laga di Goodison Park itu menjadi lebih seru jika ditilik dari perspektif ‘balas dendam’. Bukan hal yang berlebihan jika laga antara Chelsea vs Everton ini merupakan laga pembalasan dendam Chelsea yang musim lalu dipermalukan Everton.

pedro goal vs everton

Yups, lihat saja catatan pertandingan musim 2015-16, bermain dikandang Everton pada bulan September 2015, the blues dipermalukan 3 gol berbalas 1 gol. Kekalahan tersebut hanya berjarak 2 pertandingan dari kekalahan memalukan lainnya dengan skor (juga) 3-0 vs Manchester City pada bulan Agustus 2015.

Pada pertemuan kedua, saat bermain di Stamford Bridge, lagi-lagi Chelsea harus kebobolan 3 gol dari Everton, meskipun akhirnya laga yang berlangsung pada 13 Januari 2016 berakhir imbang 3-3.

Secara keseluruhan, pada musim 2015-16 Everton sukses ‘merobek’ gawang Chelsea sebanyak 6 kali. Torehan tersebut menempatkan Everton pada peringkat pertama (bersama dengan Manchester City) sebagai klub Liga Inggris yang paling banyak membobol gawang Chelsea pada musim 2015-16.

Sebagai tambahan, torehan gol Everton kegawang Chelsea tersebut (6 gol) merupakan yang terbanyakyang pernah dicetak the toffes dalam satu musim semenjak the blues diambil alih oleh Roman Abramovich pada musim 2002/03.

Pembalasan Dendam Yang Sempurna
Secara subjektif, laga Minggu malam itu saya melihatnya sebagai sebuah pembalasan dendam yang sempurna. Dimulai dengan kemenangan kandang meyakinkan 5-0 pada 5 November 2016, Chelsea kembali mempertegas dominasinya dimusim ini saat membantai Everton 0-3 dihadapan pendukung mereka sendiri.

Meskipun pada saat sesi konferensi pers para pemain Everton sesumbar akan menghentikan pergerakan para pemain Chelsea dan tidak akan memberikan ruang gerak kepada para striker the blues. 

Namun faktanya berbeda, meskipun agak kesulitan membongkar pertahanan Jagielka cs pada babak pertama, namun pada babak ke-2 Chelsea benar-benar menghancurkan pertahanan Everton. Wal hasil, pada sisa ½ babak kedua Chelsea sukses mengoyak gawang Maarten Stekelenburg sebanyak 3 kali.

Usai pertandingan Ronald Koeman secara jantan mengakui bahwa Chelsea jauh lebih unggul atas timnya.

"Salah satu perkara yang paling sukar ketika berhadapan dengan Chelsea adalah untuk menciptakan peluang. Mereka memiliki sistim pertahanan yang sukar ditembus" kata Koeman.

Statistik mencatat pertandingan malam itu (waktu Indonesia) berakhir dengan keunggulan drastis Chelsea pada babak kedua. Sementara top skor Liga Inggris saat ini, Romelu Lukaku, tidak mampu berbuat banyak. Benteng kokoh pertahanan Chelsea yang dikawal Azpilicueta, Luiz dan Cahill benar-benar membuat striker asal Belgia itu sulit mendekati gawang Chelsea.

RESULT : Everton 0 [ None ] — [ Pedro 66' Cahill 79' Willian 86' ] 3 Chelsea
ASSISTS : Everton [ 0 ] — [ Matić 66' Fàbregas 86' ] Chelsea
POSSESSION : Everton 49% — 51% Chelsea
TOTAL SHOTS : Everton 12 — 11 Chelsea
SHOTS ON TARGET : Everton 4 — 5 Chelsea
GOALKEEPER SAVES : Everton 2 — 3 Chelsea
CORNERS : Everton 2 — 4 Chelsea
ACCURATE PASSES : Everton 78% — 79% Chelsea
OFFSIDES : Everton 2 — 1 Chelsea
FOULS : Everton 13 — 11 Chelsea
YELLOW CARDS : Everton [Calvert-Lewin 38' Valencia 58' Gueye 78'] — [Cahill 35' Azpilicueta 40' Costa 56' Hazard 75'] Chelsea
RED CARDS : Everton [ 0 ] — [ 0 ] Chelsea

Fix, musim ini Chelsea membobol gawang Everton sebanyak 8 kali. Dan Everton tidak mampu sekalipun membobol gawang Chelsea. Syabas...
Baca Juga: